SEJARAH SINGKAT

Membincangkan Pondok Pesantren Amanatul Ummah tidak bisa dilepaskan dari Bapak DR. KH. Asep Syaifuddin Chalim, MA. Sebagai pendiri, Pengasuh dan sekaligus pemiliknya. Keberadaan Pondok Pesantren ini merupakan pengejawantahan dari cita- cita beliau yang banyak diilhami oleh sang ayahanda KH. Abdul Chalim seorang tokoh pejuang islam nasionalis, yang ingin mewujudkan masyarakat Indonesia adil makmur dalam ukhuwah islamiyah.

Berkaca pada keberhasilan beberapa Negara maju (developed countries), ternyata bahwa kunci kesuksesan mereka tidak lain berpokok pada keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (human resources) sebagai contoh Jepang yang miskin sumber daya alam (natural resources), namun telah membawa bangsanya dalam kehidupan yang sejahtera. Apalagi singapura Negara kecil hanya kurang lebih seluas wilayah kabupaten sidoarjo tak memiliki sumber daya apapun, namun karena melimpahnya sumber daya manusia yang berkualitas Negara ini telah berhasil meraih Human Development Index (HDI) di peringkat ke-3 dunia.

Berdasarkan reallta DR. KH. Asep syaifuddin Challm, MA. Memilih jalan untuk merealisasikan cita-cita luhurnya melalui pembangunan sumber daya manusia, yang telah barang tentu berupa pendidikan dengan tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara yang Umat muslimnya terbesar di dunia menjadi Negara yang mempunyai peradaban tinggi. Sebagai konsekuensi terhadap pilihan tersebut DR. KH Asep Syaifuddin Chalim MA. Menentukan jalan hidupnya sebagai seorang pendidik sejak tahun 1971. Namun setalah beberapa tahun lamanya dirasakan bahwa perjuangan yang semata-mata hanya sebagai seorang pendidik ternyata tidak memberikan warna yang cukup berarti. Ibarat setetes susu, ia tidak akan merubah warna nila sebelaga. Oleh karena itu agar syiarnya bergaung lebih, maka beliau mengemban amanat sebagai kepala sekolah SMP Bina Bangsa Surabaya. Sekali lagi hal inipun belum memberikan harapan yang diharapkan. Mengapa demikian? Laksana pengemudi sebuah angkutan kota yang telah ditetapkan keneknya, maupun sebuah taxi yang arah dan tujuannya ditentukan oleh penumpangnya. Dalam prakteknya, kebijakan yayasan banyak diatur oleh para pemiliknya. Akibatnya banyak rencaana strategis yang untuk meretas jalan menuju cita-citanya berhenti pada tataran ide di angan-angan saja. Hal inlah yang mendorong DR. KH Asep Syaofuddin Cnalim MA mendirikan Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang didukung juga oleh beberapa koleganya.

Dengan berbagai keterbatasan, pada awalnya lembaga ini menyelenggarakan bentuk Mts Unggulan dengan jumlah 28 siswa terdiri dan 15 putra dan dan 13 putri. Pada tahun 2001, yayasan membuka sekolah baru yakni MA Unggulan dengan jumlah peserta didik sebanyak 40 siswa, sekarang telah berkembang menjadi 3000 siswa. Meski yayasan ini keberdayaan materi yang melimpah, namun mampu memberikan lahan subur bagi benih-benih kreatifitas dan inovasi dalam menggapai mimpi besar para penggiatnya, terutama DR. KH. Syaifuddin Chalim, MA.

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat kebangkitan peradaban Islam, maka DR. KH Asep Syaifuddin Chalim MA. Telah memulai Iangkahnya dengan membangun sebuah lembaga pondok pesantren Amanatul Ummah yang menaungi beberapa bentuk unit lembaga pendidikan dan untuk sementara waktu adalah di tingkat dasar dan menengah yang nantinya juga pendidikan tinggi. Cita-cita DR. KH Asep Syaifuddin Chalim MA adalah di masa mendatang kaum muslimin jangan hanya sebagai pendengar ceramah tentang ilmu kedokteran, tetapi dia harus menjadi sebagai nara sumbernya. Kaum muslimin tidak boleh berpuas diri hanya sebagai penikmat (end users) atas kemajuan Information Communication Technology (ICT), namun harus menjadi engineering- nya. Dengan ini diharapkan Iambat Iaun akan muncul ilmuwan muslim berkaliber dunia yang berorientasi kepada kesejahteraan seluruh umat.

WhatsApp Hai! Hubungi Kami Untuk PPDB 2020/2021